Minggu, 01 Juni 2014

Kosong



Meringis, tragis..
dalam suara hati
kemudian terkekeh dalam mendung

Angin membawanya dalam hembusan kata-kata
asing, usang dan rapuh
Tergeletak tanpa kesempatan memberontak


Sabtu, 22 Februari 2014

Something Special of My Name




Berbicara tentang nama, orang bilang nama adalah sebuah doa,apalagi bila dikaitkan dengan label agama. Tak dapat dipungkiri dari  nama kita dapat mengetahui agama/kepercayaan dari si mpu-nya nama, atau bahkan kita dapat menebak etnis/suku  si mpu-nya nama. Seringkali teman-teman juga bertanya arti dari nama saya, bahkan beberapa teman menduga nama belakang saya adalah sebuah nama marga. Wajar, memang nama saya terdengar asing tapi percayalah ada cerita gokil di balik pemberian nama saya. :)

Saya sendiri tidak tahu apa makna/arti dari nama saya selain makna hari lahir saya. Sudah ribuan kali saya menanyakannya pada orang tua saya tapi jawabannya masih sama "Duh, yo wis ngono iku...".Jawaban yang sangat tidak memuaskan, membuat saya selalu penasaran. Suatu hari saya sedang ngobrol dengan om(red.pak lek) saya yang Guanteng, iseng tanya tentang makna dari nama saya, eh om saya malah ketawa. Dan kemudian si om mulai cerita, jadi sebenarnnya dulu om saya yang ikut andil dalam memberikan nama buat saya. Di era tahun 80-an, Syahnaz Haq dan Marisa Haq lagi tenar-tenarnya. Terinspirasi dari nama keluarga Haq, om saya menyarankan nama "Haq" sebagai nama belakang saya. Ternyata bapak saya setuju, kemungkinan bapak saya nggak tahu gimana nulis Haq, jadi ditulis Ehak di surat kelahiran saya. Hahahhaha sejak itu nama saya jadi Lani Sabtulal Ehak. Kalau orang tua, saya ceritain tentang apa yang dibilang om saya, mereka pasti ketawa... :)

Anyway, buat saya nama saya sebuah keberkahan, membawa kebahagiaan dan saya merasa sangat beruntung menyandang nama tersebut. Apalagi nama belakang saya yang sedikit unik, membuat beberapa orang penasaran dengan saya :D
Dulu waktu SMK, ada seorang teman yang penasaran banget sama saya karena salah satu teman saya memanggil saya dengan sebutan Ehak. Pernah juga temen saya yang beda kelas, kenal saya dengan sebutan Ehak, nah suatu hari pas kami ngobrol dia tanya sama saya "eh, yang namanya Lani di kelasmu itu yang mana sih...?" saya langsung tertawa jungkir balik. "ya aku, aku Lani"
"Lho jadi namamu Lani???" hahahhaha

Jadi senyum-senyum sendiri kalau inget :) secara pribadi saya lebih suka dipanggil Ehak dan sampai saat ini bapak selalu manggil saya Ehak.

Kamis, 16 Januari 2014

Children see children do

Tak ada kecap nomer dua, tapi yang pasti emak & bapak pahlawanku. Entah filosofi mana yang nancep dipikiran gue, uma yang paling gue inget pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Apa yang mereka lakuin gue jadiin patokan atau lebih tepatnya kesadaran gue pribadi bahwa apa yang mereka lakuin adalah sesuatu yang benar yang memang harus gue contoh, gue teladani. Istilahnya children see childreen do.


Ada beberapa hal yang paling ngena banget tentang bapak, dulu waktu MOS SMP disuruh nguncir rambut pake pita warna ungu. alhasil bapak harus turun tangan bantuin gue nyari karena di tempat gue ga ada yang jual. Dengan semangat 45nya, beliau ngonthel keliling Malang sambil bonceng gue. Sungguh pengorbanan yang luar biasa, dedikasi terhadap keluarga yang sangat tinggi.Dan beberapa tahun kemudian tugas itu berpindah sama gue, ngonthel sepeda sampai daerah klayatan untuk beli barang2 yang diperlukan buat adik gue yang lagi MOS.Bener-bener gila capeknya, nafas rasanya udah sampai di kerongkongan . Jauh diluar imajinasi gue betapa capeknya bapak ngonthel keliling kota saat itu.

Di sisi lain emak yang tiap saat selalu nemenin anak-anaknya, yang orang bilang tugas istri cuma macak, masak, manak  ternyata ga segampang itu, Ok meskipun gue belum jadi seorang istri, belum ngrasain jadi ibu setidaknya gue tau gimana rasanya. Saat emak ga ada di rumah, secara ga langsung tugas itu nurun ke gue.Bangun jam 4 pagi, nyiapin sarapan, nyiapin bekal buat bapak padahal mata masih lengket sama bantal. Ngomel-ngomel di dalam hati itu udah pasti.

Sekarang dengan segala memori masa lalu yang masih nempel di otak gue, gue sadar bahwa gue sangat beruntung memilki orang tua seperti mereka. Gue bangga sama mereka. Mereka dalah mentor gue, mentor kehidupan, mentor keilmuan, mentor pembentuk karakter, pribadi dan pola pikir gue. Apapun akan gue lakuin demi mereka, I'll make them proud of me.




















Minggu, 10 November 2013

Lensa Komunikasi

SCIENCE  of  COMMUNICATION

                                

Aku benci setiap menit ketika aku sedang berlatih, tapi aku berkata kepada diriku sendiri, "Jangan berhenti, berjuanglah sekarang dan jalani sisa hidupmu sebagai pemenang." 

Titik awal perjuangan kami, kami yang tak pernah menyerah; kami yang tak ingin kalah; kami yang berjuang demi masa depan. Pribadi-pibadi yang penuh tekad, optimisme dan realistis. Tak ada yang mudah, bahkan kerikil-kerikil yang melukai kaki kami sepanjang perjalanan ini sudah terasa bersahabat. Tak ada sakit, karena suatu saat nanti semua akan tergantikan dengan senyum bahagia. 

Saatnya menjadi pemenang dalam hidup

  • Sri Lestari


  • Lisa


  •    Tati Tia


Aku anak desa, tidak ngerti Jakarta. Aku suka tertawa karena kamu itu lucu. Ga suka pacaran,,,, percaya?... up to me lah mau ngomong apa heeee,,,gag boleh protes gag boleh kompalint, saran dan nasehat ok.

  Nani

  

Dini Ayu



Sri Wahyuni Juju


Tanpa kita sadari waktu ini berjalan begitu cepatnya. Usia semakin bertambah, diripun semakin, hanya kepenatan yang tersisa dalam benak ku.

Lani S Ehak

The most wasted of all days is one without laughter

Melliani

Menjadi bermanfaat dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun keadaan saya.

Ika Faelani

Hidup yang berguna di dunia dan bermakna di akherat

Puji Lestari

Jatuh bangunnya perjalanan hidup sudah menjadi kisah-kisah sejati tiap insani